
JAKARTA, SEPEKAN TERKINI – Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang berlokasi di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, kembali dilanda peristiwa kebakaran pada Jumat (21/8/2026) sore. Peristiwa ini merupakan insiden kebakaran kedua yang menimpa fasilitas kantor pelayanan pajak dan pendapatan daerah milik Pemprov DKI tersebut hanya dalam rentang waktu dua pekan.
Insiden kedua ini terjadi ketika proses penyelidikan dan penanganan pascakebakaran awal masih berlangsung. Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Gulkarmat DKI Jakarta langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian guna melokalisasi kobaran api agar tidak merambat lebih luas ke lantai perkantoran lainnya.
Titik Api Kedua Berasal dari Ruang Arsip Lantai 11
Laporan mengenai kemunculan kembali api di Gedung Bapenda DKI Jakarta pertama kali diterima oleh Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta pada Jumat sekitar pukul 17.10 WIB. Petugas pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, objek yang terbakar teridentifikasi berada di lantai 11 gedung, tepatnya di dalam ruang penyimpanan dokumen dan arsip.
Berkat kesiapsiagaan armada pemadam, api berhasil dilokalisasi pada pukul 17.25 WIB atau sekitar 15 menit setelah laporan diterima.
Petugas pemadam kemudian melanjutkan penanganan dengan proses pendinginan (cooling) dan penguraian tumpukan material kertas dokumen yang hangus guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi menyala kembali.
Mengulang Insiden Kebakaran Pertama Dua Pekan Lalu
Peristiwa ini menjadi sorotan luas karena terjadi dengan pola waktu yang hampir bersamaan. Sebelum kebakaran pada Jumat (21/8), Gedung Bapenda DKI Jakarta telah mengalami kebakaran hebat pada Jumat (7/8/2026) malam sekitar pukul 21.40 WIB.
Pada kebakaran pertama dua pekan lalu, kobaran api melalap bagian atas bangunan mulai dari lantai 11 hingga merambat ke lantai 16.
Sebanyak 35 unit mobil pemadam kebakaran dan ratusan personel dikerahkan semalaman untuk memadamkan si jago merah.
Dalam peristiwa pertama tersebut, seorang pekerja yang berada di lantai 15 sempat terjebak di dalam gedung sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif akibat paparan asap pekat.
Kondisi Terkini: Garis Polisi Terpasang dan Aktivitas Gedung Ditutup
Pantauan di lokasi pada Sabtu (22/8/2026) menunjukkan bahwa area Gedung Bapenda DKI Jakarta masih berstatus nonaktif dan ditutup rapat bagi aktivitas umum. Pintu gerbang utama dipasangi garis polisi (police line) berwarna kuning untuk mengamankan lokasi demi kepentingan penyelidikan.
Di halaman dan lobi depan gedung, sisa-sisa serpihan kaca dan material bangunan pascakebakaran tampak masih berserakan.
Tidak terlihat adanya aktivitas aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai yang bekerja di dalam gedung perkantoran bertingkat tersebut.
Petugas keamanan dalam bersama aparat kepolisian terus berjaga di pintu masuk guna membatasi akses keluar-masuk orang yang tidak berkepentingan ke dalam struktur gedung.
Pengalihan Layanan Surat-Menyurat secara Digital
Dampak dari kebakaran beruntun ini membuat operasional layanan administrasi langsung di kantor Bapenda DKI Jakarta belum dapat dipulihkan secara normal. Pihak manajemen Bapenda telah mengambil langkah antisipasi demi memastikan roda pelayanan publik tetap berjalan.
Melalui pengumuman resmi yang terpasang di area gerbang gedung, seluruh urusan persuratan dan administrasi kedinasan dialihkan sepenuhnya secara daring (online).
Terhitung sejak 10 Agustus 2026, seluruh dokumen dan surat resmi yang ditujukan kepada Kepala Bapenda Provinsi DKI Jakarta diwajibkan dikirimkan melalui saluran surat elektronik atau pos-el (email) resmi instansi.
Mekanisme digital ini diterapkan guna menjamin kelangsungan urusan pendapatan daerah tanpa terkendala fisik gedung yang masih dalam tahap pengamanan.
Penyelidikan Forensik Puslabfor Polri
Guna mengungkap akar penyebab kebakaran berulang tersebut, aparat kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat bersama Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri terus melakukan investigasi mendalam.
Tim forensik mengumpulkan sampel abu arang, instalasi perkabelan, dan material elektronik dari ruang arsip lantai 11 untuk diuji secara ilmiah di laboratorium forensik.
Penyelidikan difokuskan untuk memastikan apakah kebakaran kedua dipicu oleh hubungan arus pendek listrik (korsleting), pelepasan hawa panas dari sisa kebakaran sebelumnya, atau kelalaian teknis lainnya.
Hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi akan menjadi dasar penetapan kesimpulan resmi dari pihak berwenang.
Insiden kebakaran berulang di Gedung Bapenda DKI Jakarta menuntut perhatian serius terkait evaluasi sistem keselamatan gedung bertingkat dan mitigasi bahaya kebakaran perkantoran. Melalui penanganan cepat dinas pemadam kebakaran, pengalihan layanan publik ke kanal digital, serta investigasi forensik kepolisian yang transparan, penyebab pasti musibah ini diharapkan segera terungkap demi menjamin keamanan aset dan kelancaran pelayanan administrasi daerah ke depan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang berdedikasi, dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif untuk membantu pembaca menemukan ide-ide baru, mendapatkan wawasan bermanfaat, dan terhubung dengan cerita yang bermakna.
