
JAKARTA, SEPEKAN TERKINI – Nilai tukar rupiah ditutup naik menjadi Rp 17.840 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan pasar spot pada hari Rabu (19/8/2026) sore. Penguatan mata uang rupiah semakin cepat setelah Bank Indonesia secara resmi memutuskan untuk tetap menjaga suku bunga acuan pada tingkat 5,75 persen dalam rapat Dewan Gubernur bulanan.
Penetapan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga acuan dinilai sesuai dengan harapan para pelaku industri keuangan. Kebijakan moneter yang mendukung stabilitas memberikan rasa aman kepada investor untuk memasukkan dana ke pasar obligasi dan instrumen keuangan dalam negeri. Respon positif dari pasar valas tercermin dari peningkatan nilai rupiah selama sesi perdagangan sore hari, yang berhasil mengatasi tekanan pelemahan yang sebelumnya menghantui mata uang kawasan Asia dalam beberapa hari terakhir.
Keputusan RDG BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen
Dalam konferensi pers hasil RDG, Bank Indonesia mengumumkan bahwa suku bunga BI-Rate tetap berada di level 5,75 persen, dengan suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen.
Gubernur Bank Indonesia menegaskan bahwa keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan memitigasi dampak ketidakpastian pasar keuangan global.
Sikap terukur bank sentral ini sekaligus ditujukan untuk memastikan ekspektasi inflasi nasional tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1 persen pada sisa tahun 2026 hingga 2027 mendatang.
Respons Positif Pelaku Pasar dan Masuknya Modal Asing
Pengumuman penahanan suku bunga tersebut langsung direspons secara positif oleh para pelaku pasar uang. Langkah BI yang tidak terburu-buru melonggarkan kebijakan moneter dipandang sebagai langkah tepat untuk menjaga daya tarik imbal hasil aset portofolio berdenominasi rupiah.
Investor asing tercatat kembali membukukan aksi beli bersih (net buy) pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Masuknya pasokan likuiditas valas dari transaksi investor nonresiden tersebut menambah suplai dolar AS di pasar domestik, sehingga memberikan dorongan tenaga bagi rupiah untuk menekan posisi greenback.
Dinamika Global dan Antisipasi Kebijakan The Fed
Penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh pergerakan indeks dolar AS (DXY) yang cenderung berkonsolidasi di pasar internasional. Pelaku pasar global tengah mencermati rilis data ketenagakerjaan AS dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada kuartal mendatang turut meredam keperkasaan dolar AS terhadap mata uang negara berkembang (emerging markets).
Di sisi lain, fundamental ekonomi Indonesia yang kokoh—ditopang oleh surplus neraca perdagangan berkelanjutan dan cadangan devisa yang tebal—menjadi bantalan kuat bagi ketahanan eksternal rupiah.
BI Optimalisasi Bauran Instrumen Moneter dan Devisa Ekspor
Guna menjaga tren apresiasi rupiah tetap berkelanjutan, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran instrumen moneter pro-pasar (pro-market). Penerbitan SRBI, Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) terus dimanfaatkan untuk memperdalam pasar uang domestik.
BI juga memperkuat implementasi penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri guna memastikan ketersediaan likuiditas valas perbankan tetap mencukupi kebutuhan korporasi nasional.
Langkah stabilisasi melalui transaksi DNDF dan operasi pasar terbuka akan terus dijalankan secara fleksibel sesuai dinamika pasar uang global.
Penguatan rupiah ke level Rp 17.840 per dolar AS pasca-keputusan penahanan BI-Rate di 5,75 persen mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kredibilitas kebijakan moneter Bank Indonesia. Melalui bauran kebijakan moneter yang fokus pada stabilitas, penguatan instrumen pro-pasar, serta ketahanan fundamental makroekonomi, nilai tukar rupiah diharapkan terus bergerak stabil dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang berdedikasi, dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif untuk membantu pembaca menemukan ide-ide baru, mendapatkan wawasan bermanfaat, dan terhubung dengan cerita yang bermakna.
