Merah Putih Dikibarkan Di Dasar Laut Biak

Merah Putih
Merah Putih
Ilustrasi. Foto: Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Pulau Biak Papua

JAKARTA, SEPEKAN TERKINI – Bendera merah putih berkibar dengan gagah di dasar laut, tepatnya di perairan Pulau Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua, sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada hari Senin, 17 Agustus 2026. Aksi upacara dan parade bawah laut yang serius ini dipimpin langsung oleh Ketua Wanita Selam Indonesia (WASI) Tri Tito Karnavian bersama Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra serta ratusan penyelam yang tergabung.


Kegiatan mengibarkan bendera di dasar laut ini diadakan sebagai bentuk cinta yang tulus terhadap Tanah Air, karena sebagian besar wilayah negara ini adalah lautan. Selain memperkuat rasa cinta tanah air di seluruh bagian Nusantara, acara peringatan kemerdekaan yang dilaksanakan di bawah laut ini juga bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata bahari serta menjadi momen untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa. Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan tindakan nyata untuk melestarikan alam, seperti membersihkan daerah pesisir pantai dan menanam benih pohon bakau bersama komunitas lingkungan serta para pelajar.

Upacara Bawah Laut dan Penghormatan Sang Saka Merah Putih

Prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih berlangsung penuh takzim di bawah air dengan melibatkan penyelam dari pengurus WASI dan komunitas selam lokal Biak. Para penyelam membentangkan bendera Merah Putih di tengah jernihnya air laut dan keindahan hamparan terumbu karang yang masih sangat asri.

Tri Tito Karnavian menegaskan bahwa menjaga kelestarian laut merupakan kewajiban seluruh warga negara, mengingat sekitar 80 persen luas wilayah Indonesia terdiri atas perairan. Laut bukan hanya bentang alam pemisah antarpulau, melainkan pemersatu kedaulatan bangsa serta sumber kekayaan maritim yang harus dijaga keberlanjutannya.

Semangat kebangsaan yang terpancar dari dasar laut perairan Biak ini menyiratkan pesan kuat bahwa perayaan kemerdekaan dapat diwujudkan melalui harmoni antara penghormatan lambang negara dan kepedulian terhadap ekosistem bahari.

Menyelami Jejak Sejarah Perang Dunia II dan Operasi Trikora

Pemilihan Pulau Biak sebagai lokasi pengibaran bendera Merah Putih bukan tanpa alasan. Pulau Biak memiliki nilai historis yang amat penting karena pernah menjadi pangkalan militer strategis tentara Jepang dan Pasukan Sekutu pada masa Perang Dunia II.

Penyelaman dilakukan di dua titik utama, yakni Catalina Point dan Dede Point. Di dasar perairan tersebut tersimpan reruntuhan pesawat pengebom amfibi Catalina milik Pasukan Sekutu serta pesawat angkut Scottish Aviation Twin Pioneer peninggalan Belanda.

Selain peninggalan Perang Pasifik, Pulau Biak juga merupakan Pangkalan Militer Utama Belanda yang pernah menjadi sasaran infiltrasi Operasi Trikora TNI saat perjuangan pembebasan Irian Barat. Pengibaran bendera di dekat reruntuhan pesawat bersejarah ini menjadi simbol penghormatan atas perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan NKRI.

Aksi Bersih Pantai dan Penanaman Bibit Mangrove

Setelah menyelesaikan upacara dan parade bendera di bawah laut, rombongan melanjutkan rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan di area pesisir. Para penyelam bersama siswa-siswi sekolah dan relawan komunitas internasional Trash Hero menggelar aksi pembersihan sampah di sepanjang garis pantai.

Aksi nyata pelestarian lingkungan laut tersebut dilanjutkan dengan penanaman ratusan bibit pohon bakau (mangrove) di kawasan pesisir pulau. Penanaman mangrove ditujukan untuk mencegah ancaman abrasi pantai serta menyediakan tempat berkembang biak yang sehat bagi biota laut setempat.

Kolaborasi antara unsur pemerintah, organisasi wanita selam, komunitas swadaya masyarakat, dan generasi muda ini mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Potensi Wisata Bahari dan Komitmen Lingkungan Biak

Sebagai wilayah kepulauan, Pulau Biak dikenal memiliki keunggulan berupa kualitas kebersihan daratan dan perairan lautnya yang sangat terjaga. Prestasi lingkungan ini dibuktikan dengan raihan piala Adipura sebanyak tujuh kali berturut-turut sebagai Kota Kecil Terbersih dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Perpaduan antara pesona bawah laut yang jernih, keanekaragaman terumbu karang, dan peninggalan situs sejarah perang menjadikan Biak memiliki daya tarik wisata kelas dunia.

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor bersama WASI berharap publikasi pengibaran bendera kemerdekaan ini mampu mendorong minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menjelajahi keindahan wisata selam di Papua. Sektor pariwisata yang tumbuh positif diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat lokal tanpa merusak ekosistem alam.

Pengibaran Sang Saka Merah Putih di dasar laut Pulau Biak menjadi wujud perayaan kemerdekaan yang sarat makna. Melalui perpaduan penghormatan sejarah perjuangan bangsa, promosi pariwisata bahari, serta aksi pelestarian terumbu karang dan mangrove, momentum ini mengingatkan pentingnya menjaga laut Indonesia demi keberlanjutan masa depan bangsa.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang berdedikasi, dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif untuk membantu pembaca menemukan ide-ide baru, mendapatkan wawasan bermanfaat, dan terhubung dengan cerita yang bermakna.