Neraca Dagang Mei 2026 Defisit, Kemendag Siapkan Perluasan Pasar Ekspor

Neraca Dagang Mei 2026 Defisit, Kemendag Siapkan Perluasan Pasar Ekspor
Neraca Dagang Mei 2026 Defisit, Kemendag Siapkan Perluasan Pasar Ekspor
Ilustrasi. Foto: Neraca Dagang Mei 2026 Defisit, Kemendag Siapkan Perluasan Pasar Ekspor

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan langkah memperluas akses pasar ekspor sebagai respons atas defisit neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026. Pemerintah menilai strategi tersebut penting untuk menjaga kinerja ekspor nasional sekaligus mempertahankan surplus perdagangan secara kumulatif di tengah tekanan ekonomi global dan meningkatnya impor migas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 mencatat defisit sebesar US$1,61 miliar. Defisit tersebut terutama dipicu oleh membengkaknya defisit sektor minyak dan gas (migas), meski perdagangan nonmigas masih membukukan surplus. Secara kumulatif selama Januari–Mei 2026, Indonesia masih mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$4,03 miliar, sehingga pemerintah menilai fundamental perdagangan luar negeri tetap terjaga.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah akan terus memperluas tujuan ekspor melalui penguatan kerja sama perdagangan internasional, pembukaan pasar baru, serta peningkatan daya saing produk nasional. Langkah tersebut juga diarahkan untuk memperbesar nilai tambah komoditas ekspor melalui program hilirisasi sehingga produk Indonesia memiliki daya saing lebih tinggi di pasar global.

Kemendag mencatat industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Selama Januari hingga Mei 2026, ekspor sektor manufaktur tumbuh sekitar 6,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan ekspor aluminium, nikel beserta turunannya, serta bahan kimia organik yang memperoleh manfaat dari penguatan hilirisasi industri.

Di sisi lain, pemerintah menilai kenaikan impor barang modal justru mencerminkan meningkatnya aktivitas investasi dan kapasitas produksi nasional. Pada Mei 2026, impor barang modal meningkat lebih dari 21 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini diharapkan mampu memperkuat sektor industri domestik dan meningkatkan kapasitas ekspor Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang.

Bank Indonesia menyebut defisit perdagangan Mei terutama disebabkan oleh sektor migas, sementara perdagangan nonmigas tetap mencatat surplus berkat ekspor bahan bakar mineral, minyak nabati, serta besi dan baja. Pemerintah optimistis perluasan pasar ekspor, penguatan hilirisasi, dan peningkatan investasi akan membantu menjaga ketahanan sektor eksternal Indonesia meski masih menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas.

Website |  + posts

Shama is a Content Specialist and News Writer with 4.5+ years of experience in journalism, press release writing, SEO content, and digital publishing. She covers business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, delivering research-driven content for media platforms and global audiences.