
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Maret 2026 tercatat mencapai 1,09 juta kunjungan. Data ini dirilis oleh otoritas statistik nasional pada awal Mei 2026 di Jakarta dan menunjukkan peningkatan aktivitas pariwisata dibandingkan periode sebelumnya.
Selain wisman, pergerakan wisatawan domestik juga menunjukkan angka signifikan. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 126,34 juta perjalanan sepanjang Maret 2026. Sementara itu, warga negara Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri (wisnas) tercatat sebanyak 793,16 ribu perjalanan.
Kenaikan mobilitas wisata ini turut berdampak pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Indonesia tercatat sebesar 42,78 persen pada periode yang sama. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan akomodasi, terutama di destinasi wisata utama.
Secara umum, peningkatan kunjungan wisatawan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk musim liburan, kemudahan akses transportasi, serta promosi pariwisata yang terus digencarkan. Sejumlah destinasi unggulan seperti Bali, Yogyakarta, dan Jakarta masih menjadi tujuan utama wisatawan domestik maupun mancanegara.
Namun, pelaku industri menilai masih terdapat tantangan yang perlu diatasi, seperti pemerataan kunjungan wisata ke daerah lain dan peningkatan kualitas layanan. Infrastruktur dan konektivitas juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan.
Pemerintah terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional. Berbagai program promosi dan penguatan destinasi prioritas diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Indonesia di mata wisatawan global.
Ke depan, tren kunjungan wisatawan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pemulihan sektor pariwisata dan stabilitas kondisi ekonomi. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.