
PT Infra Fiber Teknologi (IFT) resmi hadir sebagai platform infrastruktur serat optik independen hasil kemitraan strategis antara Indosat Ooredoo Hutchison dan Arsari Group. Perusahaan ini dibentuk untuk memperkuat jaringan fiber nasional sekaligus mempercepat pemerataan konektivitas digital di Indonesia melalui model bisnis berbasis open access. Berikut tujuh fakta penting mengenai entitas baru tersebut.
Pertama, IFT akan mengelola lebih dari 86.000 kilometer jaringan fiber optik yang mencakup backbone, kabel bawah laut domestik, hingga jaringan akses. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu aset fiber independen terbesar di Indonesia dan ditujukan untuk melayani operator telekomunikasi, perusahaan, hyperscaler, serta penyedia layanan digital.
Kedua, pembentukan IFT merupakan hasil kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison dengan Arsari Group melalui PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT). Transaksi strategis ini telah efektif sejak 30 Juni 2026 setelah melalui serangkaian perjanjian investasi yang dimulai pada akhir 2025.
Ketiga, nilai transaksi dalam pembentukan platform tersebut mencapai sekitar Rp11,7 triliun. Dana yang diperoleh Indosat dari monetisasi aset fiber akan digunakan untuk memperkuat bisnis inti, termasuk percepatan pembangunan jaringan 5G, pengembangan layanan digital, serta investasi pada teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Keempat, meski melepas kepemilikan langsung atas IFT, Indosat tetap mempertahankan kepentingan strategis melalui kepemilikan tidak langsung sekitar 49,7 persen di platform tersebut. Struktur ini memungkinkan perusahaan tetap memperoleh manfaat jangka panjang dari pertumbuhan bisnis infrastruktur fiber.
Kelima, IFT mengusung model open access, sehingga seluruh operator maupun penyedia layanan digital dapat memanfaatkan jaringan secara terbuka tanpa harus membangun infrastruktur sendiri. Skema ini diharapkan meningkatkan efisiensi investasi sekaligus mempercepat perluasan akses internet berkecepatan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Keenam, pembentukan perusahaan ini menjadi bagian dari strategi pemisahan bisnis infrastruktur dengan layanan telekomunikasi. Dengan pengelolaan yang lebih fokus, aset fiber diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru dari layanan grosir (wholesale).
Ketujuh, pemerintah dan pelaku industri menilai kehadiran IFT akan memperkuat fondasi transformasi digital nasional. Infrastruktur fiber yang lebih luas dipandang menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan layanan cloud, pusat data, AI, serta perluasan jaringan 5G yang membutuhkan kapasitas transmisi data berkecepatan tinggi di seluruh Indonesia.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang berdedikasi, dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif untuk membantu pembaca menemukan ide-ide baru, mendapatkan wawasan bermanfaat, dan terhubung dengan cerita yang bermakna.




