
JAKARTA, SEPEKAN TERKINI – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengatakan sudah memiliki izin resmi dan telah mengirimkan surat pemberitahuan tentang aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di area Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada hari Selasa (18/8/2026) siang. Penegasan legalitas ini diberikan untuk memastikan proses penyampaian pendapat di muka umum berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan hukum.
BEM UI mengatakan bahwa surat pemberitahuan sudah diberikan kepada pihak kepolisian sesuai dengan aturan dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Aksi besar yang dilakukan satu hari setelah memperingati hari ulang tahun ke-81 Kemerdekaan RI akan dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas dan universitas mitra di wilayah Jabodetabek. Mahasiswa meminta evaluasi mengenai biaya pendidikan yang terlalu tinggi, perlindungan iklim demokrasi, serta penerapan hukum yang jujur dan terbuka. Polisi sudah membuat persiapan pengamanan dan pengaturan lalu lintas secara situasional di sekitar area Jalan MH Thamrin–Sudirman.
Kepastian Legalitas dan Prosedur Pemberitahuan Aksi
Koordinator aksi BEM UI menegaskan bahwa seluruh prosedur administratif telah dipenuhi sebelum massa aksi turun ke jalan. Penyerahan surat pemberitahuan kepada jajaran Intelkam Polda Metro Jaya dilakukan beberapa hari sebelum kegiatan guna mematuhi batas waktu minimal yang diatur dalam regulasi perundang-undangan.
Dengan adanya surat tanda terima pemberitahuan tersebut, BEM UI meminta aparat keamanan memberikan perlindungan serta pengawalan yang proporsional bagi seluruh peserta aksi.
Legalitas formal ini dipandang penting untuk menepis anggapan bahwa aksi demonstrasi mahasiswa digelar secara liar atau tanpa koordinasi resmi dengan otoritas keamanan setempat.
Titik Kumpul dan Mobilisasi Massa Mahasiswa
Massa mahasiswa dijadwalkan mulai bergerak menuju titik kumpul di sekitar kawasan Bundaran HI sejak pukul 13.00 WIB. Konvoi bus dan kendaraan pribadi mahasiswa dari kampus UI Depok dan Salemba telah dikoordinasikan secara bertahap guna menghindari penumpukan di ruas jalan protokol.
Selain perwakilan dari BEM se-Universitas Indonesia, sejumlah simpul gerakan mahasiswa dari aliansi BEM universitas sahabat di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menyatakan kesiapannya untuk bergabung dalam satu barisan.
Peserta aksi diwajibkan mengenakan jaket almamater masing-masing sebagai identitas resmi gerakan moral mahasiswa yang independen.
Penegasan Komitmen Aksi Damai dan Tim Keamanan Internal
BEM UI menegaskan komitmen kuatnya untuk menjaga aksi unjuk rasa tetap berjalan secara damai, santun, dan bebas dari tindakan anarkis. Perangkat pengamanan internal, mulai dari koordinator lapangan (korlap), tim medis, hingga tim pengawas provokasi telah disiagakan di barisan massa.
Tim pengamanan internal bertugas menyisir dan mengantisipasi keberadaan pihak-pihak luar atau penyusup yang berniat menunggangi aksi mahasiswa untuk memicu kerusuhan.
Mahasiswa juga diinstruksikan untuk tetap menghormati fasilitas publik di sekitar bundaran air mancur HI serta menjaga kebersihan lingkungan sepanjang berjalannya orasi dan mimbar bebas.
Skema Pengamanan Kepolisian dan Rekayasa Lalu Lintas
Menanggapi pelaksanaan aksi di Bundaran HI, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat telah menyiagakan ratusan personel gabungan untuk mengamankan jalannya demonstrasi serta menjaga kelancaran mobilitas publik.
Aparat kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam mengawal massa mahasiswa. Petugas dilarang membawa senjata api maupun peluru tajam saat bertugas mengamankan aksi unjuk rasa.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan rekayasa arus lalu lintas bersifat situasional. Pengalihan arus kendaraan dari arah Semanggi menuju Monas atau sebaliknya akan diberlakukan apabila eskalasi volume massa di Bundaran HI mulai memadati badan jalan.
Klaim BEM UI mengenai perizinan dan surat pemberitahuan resmi aksi unjuk rasa di Bundaran HI siang ini menjadi dasar legalitas penyampaian aspirasi mahasiswa di ruang publik. Melalui komitmen aksi damai, pengawasan ketat terhadap potensi provokasi, serta pengawalan profesional dari aparat kepolisian, suara kritis mahasiswa terkait pendidikan dan supremasi hukum diharapkan dapat tersampaikan secara efektif kepada para pengambil kebijakan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang berdedikasi, dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif untuk membantu pembaca menemukan ide-ide baru, mendapatkan wawasan bermanfaat, dan terhubung dengan cerita yang bermakna.
