
Langkah strategis dalam penguatan sumber daya manusia di sektor peradilan mulai digulirkan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi menawarkan kerja sama beasiswa program Degree by Research untuk jenjang S2 dan S3 kepada Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Badilum) dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, 30 April 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antar lembaga negara dalam meningkatkan kapasitas riset dan kompetensi aparatur sipil negara, khususnya hakim dan tenaga teknis peradilan. Dalam audiensi tersebut, Kepala Pusat Riset Hukum BRIN, Nawawi, menyampaikan bahwa skema beasiswa ini dirancang untuk mendukung pengembangan keilmuan berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan nasional.
Ia menjelaskan bahwa BRIN membuka peluang bagi jajaran Badilum untuk mengikuti program pascasarjana berbasis penelitian atau Degree by Research. “Ada kerja sama beasiswa S2/S3 Program Degree By Research yang bisa kita tawarkan kepada Badilum,” ujarnya dalam pertemuan tersebut. Program ini diketahui didukung pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.
Skema pendidikan ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan program akademik konvensional. Degree by Research menitikberatkan pada penelitian sebagai basis utama pembelajaran, sehingga peserta tidak diwajibkan mengikuti perkuliahan secara penuh di kampus. Nawawi menegaskan bahwa sebagian besar aktivitas akademik dapat dilakukan secara fleksibel dan daring, menyesuaikan dengan tugas peserta sebagai ASN.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan profesional di lingkungan peradilan yang membutuhkan peningkatan kapasitas tanpa mengganggu tugas utama. Program ini juga selaras dengan strategi nasional dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi, sekaligus mendukung agenda pembangunan prioritas pemerintah.
Lebih jauh, BRIN menyebut bahwa program Degree by Research ini memang dirancang untuk mencetak talenta riset unggul yang mampu berkontribusi pada isu-isu strategis nasional, mulai dari hukum, digitalisasi, hingga kebijakan publik. Secara umum, program ini juga telah dibuka secara nasional sejak awal 2026 dengan kolaborasi berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Dalam tahap implementasi, kerja sama antara BRIN dan Badilum masih dalam proses penyusunan kesepakatan resmi. Nantinya, calon peserta akan melalui tahapan seleksi yang mencakup administrasi, penilaian proposal riset, hingga wawancara. Kriteria utama yang ditetapkan adalah status sebagai ASN serta kesiapan mengajukan proposal penelitian yang relevan dengan kebutuhan sektor peradilan.
Hingga akhir April 2026, inisiatif ini dipandang sebagai langkah awal penting dalam membangun sinergi antara dunia riset dan lembaga peradilan. Dengan pendekatan berbasis penelitian, program ini diharapkan mampu menghasilkan hakim dan tenaga teknis yang tidak hanya kuat secara praktik hukum, tetapi juga memiliki landasan ilmiah yang lebih mendalam dalam pengambilan keputusan.
Ke depan, kerja sama ini berpotensi menjadi model pengembangan SDM lintas sektor di Indonesia. Jika terealisasi secara luas, program Degree by Research tidak hanya memperkuat kualitas peradilan, tetapi juga mempercepat integrasi riset dalam kebijakan publik secara nasional.
Tags: beasiswa brin, program beasiswa brin, beasiswa brin badilum
Yoga Adi adalah seorang penulis dan kreator konten yang bersemangat dengan minat besar dalam berbagi wawasan tentang gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Dengan kemampuan bercerita yang menarik dan perhatian pada detail, Yoga bertujuan menyajikan konten yang informatif, menarik, dan memicu rasa ingin tahu bagi pembaca.