
JAKARTA, SEPEKAN TERKINI – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mencurigai adanya pihak tertentu yang sengaja mengembuskan isu provokatif untuk memecah belah solidaritas antara massa aksi unjuk rasa dan komunitas pengemudi ojek online (ojol) pada Jumat malam (28/8/2026). Dugaan ini muncul menyusul beredarnya serangkaian pesan berantai dan rekaman video di media sosial yang membenturkan massa demonstran di Senayan dengan para pekerja transportasi daring.
AMPB menegaskan bahwa hubungan antara peserta aksi dan para driver ojol di Jakarta selama gelombang demonstrasi berlangsung sangat erat dan saling mendukung. Aliansi menilai narasi keributan yang sengaja digoreng tersebut merupakan strategi klasik adu domba (devide et impera) untuk melemahkan legitimasi gerakan rakyat.
Dugaan Operasi Adu Domba dan Isu Gesekan di Ruang Publik
Kecurigaan AMPB menguat setelah merebaknya kabar palsu yang mengeklaim adanya pemukulan terhadap pengemudi ojol dan perusakan armada sepeda motor oleh kelompok demonstran di sekitar Stasiun Palmerah dan Pejompongan. Narasi tersebut disebarkan secara masif di berbagai grup percakapan aplikasi pesan singkat menjelang kepulangan massa ke daerah.
Setelah dilakukan pengecekan silang di lapangan, peristiwa anarkistis yang terjadi pada Kamis malam terbukti dilakukan oleh kelompok liar penyusup non-warga, bukan barisan massa aksi resmi ataupun pengemudi ojol.
“Kami melihat ada indikasi kuat pihak-pihak yang tidak senang dengan persatuan rakyat mencoba menciptakan friksi horizontal. Mereka melempar isu bohong seolah-olah massa aksi memusuhi teman-teman ojol, padahal kami satu nasib dan satu perjuangan,” tegas koordinator perwakilan AMPB di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
AMPB mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat sipil tidak terjebak dalam permainan provokasi yang sengaja dirancang untuk mengalihkan fokus pengawalan isu RUU Perampasan Aset di DPR RI.
Hubungan Harmonis di Lapangan: Saling Menjaga dan Membantu Logistik
Fakta di lapangan menunjukkan realitas yang bertolak belakang dengan kabar provokatif yang beredar. Sepanjang rangkaian aksi 27–28 Agustus 2026, para mitra pengemudi ojek daring justru menjadi mitra penting yang membantu mobilisasi massa, mengantarkan pasokan makanan dan air mineral, hingga menolong peserta aksi yang kelelahan.
Banyak driver ojol yang secara sukarela memberikan tumpangan evakuasi bagi mahasiswa dan warga lanjut usia saat kepulan gas air mata mulai menyelimuti jalanan arteri.
Sebaliknya, massa aksi senantiasa mengimbau barisannya untuk menjaga ketertiban, membuka akses jalan bagi pengendara ojol yang sedang membawa pesanan, serta melindungi armada mereka dari tindakan vandalisme.
Solidaritas antarkelas pekerja ini dipandang sebagai kekuatan sosial yang coba dirusak oleh pihak-pihak yang terusik oleh tuntutan reformasi legislasi.
Waspada Modus Disinformasi dan ‘Framing’ Negatif di Jagat Maya
AMPB menyoroti pola disinformasi yang memanfaatkan potongan video lama dan materi tanpa konteks yang diberi judul menyesatkan (clickbait). Taktik pembingkaian negatif (framing) tersebut dirancang untuk memancing kemarahan emosional para pejuang nafkah jalanan terhadap demonstran.
Aliansi meminta pegiat media sosial dan aparat siber kepolisian untuk menindak akun-akun anonim penyebar hoaks yang berpotensi menyulut konflik fisik di akar rumput.
Masyarakat dan para pengemudi ojol diimbau untuk selalu melakukan verifikasi (tabayun) dan tidak langsung mempercayai video provokatif yang disebarkan tanpa sumber resmi.
Edukasi literasi digital di tingkat komunitas dinilai krusial agar ruang percakapan publik tetap jernih dan bebas dari hasutan kebencian antarkelompok.
Seruan Konsolidasi Bersama Menjaga Persatuan Rakyat Kecil
Menyikapi situasi tersebut, pimpinan AMPB bersama perwakilan serikat buruh dan mahasiswa telah mengintensifkan dialog langsung dengan para ketua komunitas dan pangkalan driver ojol di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Pertemuan silaturahmi ini mempertegas komitmen kedua belah pihak untuk saling menjaga keamanan lingkungan ibu kota.
Komunitas pengemudi ojol menegaskan bahwa mereka tidak akan mudah terhasut oleh isu liar yang tidak bertanggung jawab.
Kedua pihak sepakat untuk segera membentuk jalur koordinasi cepat (fast response) guna mengklarifikasi segala bentuk insiden di lapangan secara kekeluargaan.
Persatuan antara gerakan petani daerah, mahasiswa kampus, buruh pabrik, dan pekerja transportasi daring dinilai menjadi modal sosial utama dalam mendorong terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dugaan AMPB mengenai adanya pihak yang sengaja memecah solidaritas massa aksi dan pengemudi ojol menjadi peringatan berharga untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat sipil. Melalui klarifikasi berbasis fakta, komunikasi terbuka antarkomunitas di lapangan, serta kesadaran kritis menolak narasi adu domba, sinergi seluruh elemen rakyat diharapkan tetap kokoh mengawal agenda keadilan hukum dan kesejahteraan bersama.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang berdedikasi, dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif untuk membantu pembaca menemukan ide-ide baru, mendapatkan wawasan bermanfaat, dan terhubung dengan cerita yang bermakna.
