Ekonom Prediksi Rupiah Berpotensi Sentuh Rp25.000 per Dolar AS pada Akhir 2026

Ekonom Prediksi Rupiah Berpotensi Sentuh Rp25.000 per Dolar AS pada Akhir 2026

Sejumlah proyeksi ekonomi memunculkan kekhawatiran baru terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Ekonom Ferry Latuhihin memperkirakan mata uang Indonesia berpotensi melemah hingga mencapai Rp25.000 per dolar Amerika Serikat pada paruh kedua hingga akhir 2026 apabila tekanan ekonomi terus berlanjut. 

Prediksi tersebut muncul di tengah pelemahan rupiah yang dalam beberapa pekan terakhir bergerak mendekati level Rp18.000 per dolar AS. Menurut Ferry, kombinasi faktor global dan domestik dapat memperbesar tekanan terhadap kurs apabila tidak diantisipasi secara tepat. 

Ia menilai risiko yang perlu diwaspadai antara lain arus keluar modal asing, ketidakpastian ekonomi global, serta sentimen pasar terhadap kebijakan ekonomi nasional. Jika kondisi tersebut berlanjut, pelemahan rupiah dapat berdampak pada inflasi, biaya impor, dan beban utang valuta asing perusahaan. 

Meski demikian, sejumlah lembaga resmi memiliki proyeksi yang jauh lebih moderat. Bank Indonesia sebelumnya menyampaikan target stabilisasi rupiah pada level yang lebih kuat dibanding skenario terburuk yang diperkirakan sebagian ekonom.

Pelaku pasar kini menunggu langkah pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang berdedikasi, dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif untuk membantu pembaca menemukan ide-ide baru, mendapatkan wawasan bermanfaat, dan terhubung dengan cerita yang bermakna.