BI Bidik India dan Korsel untuk Transaksi Mata Uang Lokal

BI Bidik India dan Korsel untuk Transaksi Mata Uang Lokal
Ilustrasi. Foto: BI Bidik India dan Korsel untuk Transaksi Mata Uang Lokal

Bank Indonesia (BI) memperluas strategi penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional setelah implementasi kerja sama serupa dengan China menunjukkan perkembangan positif. Selanjutnya, bank sentral menargetkan perluasan skema Local Currency Transaction (LCT) ke India, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan maupun investasi lintas negara.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan penggunaan mata uang lokal memberikan sejumlah manfaat, mulai dari efisiensi biaya transaksi hingga pengurangan risiko fluktuasi nilai tukar akibat dominasi dolar AS. Menurutnya, semakin banyak negara yang menggunakan mata uang masing-masing dalam perdagangan bilateral, semakin kuat pula ketahanan sistem keuangan regional terhadap gejolak eksternal.

Kerja sama serupa sebelumnya telah diterapkan antara Indonesia dan China, sehingga pelaku usaha dapat melakukan penyelesaian transaksi menggunakan rupiah dan yuan tanpa harus terlebih dahulu mengonversinya ke dolar AS. BI menilai mekanisme tersebut mampu meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Selain China, Indonesia juga telah mengembangkan berbagai bentuk konektivitas sistem pembayaran dengan sejumlah negara lain. Pengembangan transaksi lintas batas menggunakan mata uang lokal menjadi bagian dari strategi jangka panjang Bank Indonesia untuk memperkuat stabilitas nilai tukar, memperdalam pasar keuangan domestik, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

India dan Korea Selatan dipilih karena memiliki hubungan perdagangan dan investasi yang terus berkembang dengan Indonesia. Perluasan kerja sama tersebut diharapkan mempermudah aktivitas ekspor, impor, maupun investasi sehingga pelaku usaha tidak lagi terlalu bergantung pada mata uang ketiga dalam menyelesaikan transaksi internasional.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi dolar AS, diversifikasi penggunaan mata uang dinilai menjadi langkah strategis. Skema transaksi menggunakan mata uang lokal juga dinilai dapat membantu menjaga stabilitas biaya perdagangan sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha yang memiliki aktivitas lintas negara.

Bank Indonesia menegaskan perluasan implementasi LCT akan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan bank sentral negara mitra, regulator, dan lembaga keuangan terkait. Persiapan infrastruktur pembayaran serta harmonisasi regulasi menjadi bagian penting agar implementasi berjalan efektif dan aman.

Melalui perluasan kerja sama tersebut, BI berharap penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional semakin meningkat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia, mendukung integrasi keuangan regional, serta mengurangi dampak volatilitas dolar AS terhadap aktivitas perdagangan dan investasi nasional.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang berdedikasi, dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif untuk membantu pembaca menemukan ide-ide baru, mendapatkan wawasan bermanfaat, dan terhubung dengan cerita yang bermakna.