Bank Jago Buka Suara soal Isu Merger dengan BFI Finance, Tegaskan Belum Ada Informasi Material

Bank Jago Buka Suara soal Isu Merger dengan BFI Finance, Tegaskan Belum Ada Informasi Material
Ilustrasi. Foto: Bank Jago Buka Suara soal Isu Merger dengan BFI Finance, Tegaskan Belum Ada Informasi Material

PT Bank Jago Tbk (ARTO) akhirnya memberikan tanggapan terkait kabar yang menyebut perseroan berpotensi melakukan merger dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). Manajemen menegaskan hingga saat ini tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat disampaikan kepada publik mengenai rencana penggabungan usaha tersebut. Pernyataan itu disampaikan setelah isu merger memicu perhatian investor dan mendorong pergerakan saham kedua emiten.

Corporate Secretary Bank Jago, Kharim Siregar, mengatakan perseroan tidak dapat mengomentari spekulasi yang berkembang di pasar. Menurutnya, seluruh informasi yang wajib disampaikan kepada publik akan mengikuti ketentuan keterbukaan informasi di pasar modal. Karena itu, Bank Jago meminta investor mengacu pada informasi resmi yang telah dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun regulator.

Isu merger mencuat setelah muncul laporan yang menyebut investor yang dipimpin Jerry Ng tengah mengevaluasi sejumlah opsi strategis atas kepemilikan mereka di Bank Jago dan BFI Finance. Salah satu opsi yang dikabarkan sedang dikaji adalah penggabungan kedua perusahaan, dengan Goldman Sachs disebut terlibat sebagai penasihat keuangan dalam proses penjajakan tersebut. Namun, hingga kini pembahasan disebut masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan keputusan final.

Di sisi lain, BFI Finance juga menyampaikan sikap serupa. Juru bicara perseroan menyatakan perusahaan tidak berada dalam posisi untuk mengomentari keputusan atau rencana para pemegang sahamnya. BFI Finance menegaskan tidak terdapat informasi material baru yang perlu diumumkan kepada publik terkait kabar merger tersebut. Goldman Sachs maupun Jerry Ng juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai spekulasi yang beredar.

Meski belum ada kepastian mengenai aksi korporasi tersebut, rumor merger sempat memengaruhi sentimen pasar. Saham Bank Jago dan BFI Finance mencatat kenaikan setelah kabar itu beredar, seiring ekspektasi investor terhadap potensi sinergi antara bisnis perbankan digital dan pembiayaan. Namun analis mengingatkan bahwa pergerakan harga saham yang dipicu spekulasi tetap memiliki risiko tinggi selama belum terdapat pengumuman resmi dari perusahaan maupun regulator.

Apabila merger benar-benar terealisasi, entitas hasil penggabungan diperkirakan memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp25 triliun dan berpotensi memperkuat posisi di sektor jasa keuangan. Kendati demikian, hingga saat ini Bank Jago menegaskan belum ada informasi material yang dapat dikonfirmasi, sehingga seluruh kabar mengenai merger masih bersifat spekulatif. Perseroan memastikan akan mematuhi seluruh ketentuan keterbukaan informasi apabila terdapat perkembangan yang wajib diumumkan kepada publik.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang berdedikasi, dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif untuk membantu pembaca menemukan ide-ide baru, mendapatkan wawasan bermanfaat, dan terhubung dengan cerita yang bermakna.