Asing Lepas Saham Rp365,1 Miliar di Sesi I, Saham Perbankan Masih Jadi Tekanan

Asing Lepas Saham Rp365,1 Miliar di Sesi I, Saham Perbankan Masih Jadi Tekanan
Ilustrasi. Foto: Asing Lepas Saham Rp365,1 Miliar di Sesi I, Saham Perbankan Masih Jadi Tekanan

Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham Indonesia pada perdagangan sesi I, Selasa (7/7), dengan nilai mencapai Rp365,1 miliar. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona hijau pada paruh pertama perdagangan, tekanan jual dari investor global masih membayangi sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan aksi jual asing masih terkonsentrasi pada beberapa saham unggulan yang selama ini menjadi tujuan utama investasi asing. Kondisi tersebut mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam merespons berbagai sentimen global, mulai dari pergerakan dolar Amerika Serikat, arah kebijakan suku bunga bank sentral, hingga dinamika geopolitik yang masih memengaruhi arus modal ke negara berkembang.

Sejumlah saham yang mencatat nilai jual bersih terbesar oleh investor asing pada sesi I antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), serta PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Saham-saham tersebut sebelumnya juga menjadi kontributor utama arus keluar dana asing sejak awal Juli 2026.

Meski demikian, tekanan jual asing belum sepenuhnya memengaruhi pergerakan IHSG. Indeks masih mampu bertahan di zona positif berkat dorongan dari aksi beli investor domestik pada sejumlah sektor, termasuk saham berbasis komoditas dan beberapa emiten dengan kapitalisasi menengah. Kondisi ini menunjukkan likuiditas pasar domestik masih cukup kuat untuk meredam tekanan dari keluarnya dana asing dalam jangka pendek.

Analis menilai investor global masih cenderung melakukan penyesuaian portofolio di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi internasional. Penguatan dolar AS, ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama, serta perkembangan konflik geopolitik menjadi faktor yang mendorong sebagian investor mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman. Di sisi lain, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih relatif solid sehingga peluang masuknya kembali dana asing tetap terbuka apabila sentimen global membaik.

Pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati rilis data ekonomi domestik dan global dalam beberapa hari ke depan sebagai penentu arah pergerakan IHSG. Selain perkembangan nilai tukar rupiah, arus dana asing masih menjadi salah satu indikator utama yang diperhatikan investor untuk mengukur kekuatan pasar saham Indonesia di tengah volatilitas pasar keuangan global.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang berdedikasi, dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif untuk membantu pembaca menemukan ide-ide baru, mendapatkan wawasan bermanfaat, dan terhubung dengan cerita yang bermakna.