Investasi RI Semester I-2026 Tembus Rp1.010 Triliun, Tumbuh 7,2 Persen

Investasi RI Semester I-2026 Tembus Rp1.010 Triliun, Tumbuh 7,2 Persen
Ilustrasi. Foto: Investasi RI Semester I-2026 Tembus Rp1.010 Triliun, Tumbuh 7,2 Persen

Realisasi investasi di Indonesia sepanjang semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut menandai keberhasilan pemerintah melampaui separuh target investasi nasional tahun ini sekaligus mencerminkan masih terjaganya minat investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan nilai investasi tersebut setara dengan lebih dari 50 persen target investasi nasional 2026. Menurutnya, pertumbuhan investasi menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas dunia usaha tetap bergerak positif meski perekonomian global masih dibayangi berbagai risiko geopolitik dan perlambatan di sejumlah negara.

Kinerja investasi pada semester pertama juga melanjutkan tren positif yang telah terlihat pada kuartal I-2026. Saat itu, realisasi investasi mencapai Rp498,8 triliun atau meningkat 7,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut menjadi fondasi bagi capaian semester pertama yang akhirnya menembus lebih dari Rp1.000 triliun.

Pemerintah menilai peningkatan investasi tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat daya saing nasional. Arus investasi terus didorong melalui penyederhanaan perizinan, pengembangan kawasan industri, percepatan hilirisasi sumber daya alam, serta peningkatan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Sejumlah sektor strategis masih menjadi tujuan utama investasi, antara lain industri pengolahan, pertambangan dan hilirisasi mineral, infrastruktur, energi, serta jasa. Pemerintah juga terus mendorong investasi pada sektor bernilai tambah tinggi untuk memperkuat transformasi ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ekspor komoditas mentah.

Selain menarik modal asing, pemerintah berupaya meningkatkan kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sinergi antara PMDN dan Penanaman Modal Asing (PMA) dinilai penting agar investasi mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap pertumbuhan industri, penguatan rantai pasok nasional, dan pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Dengan realisasi yang telah menembus Rp1.010,6 triliun pada semester pertama, pemerintah optimistis target investasi sepanjang 2026 dapat tercapai. Optimalisasi proyek hilirisasi, pembangunan infrastruktur, serta penguatan iklim investasi diyakini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang berdedikasi, dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif untuk membantu pembaca menemukan ide-ide baru, mendapatkan wawasan bermanfaat, dan terhubung dengan cerita yang bermakna.