Ukraina Gencarkan Serangan Jarak Jauh, Kilang Minyak hingga Puluhan Kapal Rusia Jadi Sasaran

Ukraina Gencarkan Serangan Jarak Jauh, Kilang Minyak hingga Puluhan Kapal Rusia Jadi Sasaran
Ilustrasi. Foto: Ukraina Gencarkan Serangan Jarak Jauh, Kilang Minyak hingga Puluhan Kapal Rusia Jadi Sasaran

Ukraina meningkatkan serangan jarak jauh terhadap infrastruktur energi dan logistik Rusia dengan menyasar kilang minyak, terminal, depot bahan bakar, hingga kapal tanker. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bahkan membentuk komando khusus untuk memusatkan sumber daya militernya dalam memperluas operasi serangan jauh ke wilayah Rusia.

Zelenskyy mengatakan komando baru tersebut ditujukan untuk mengurangi kemampuan Rusia dalam melanjutkan perang. Kyiv selama beberapa bulan terakhir secara intensif menyerang fasilitas energi yang dinilai menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara Rusia sekaligus menopang operasi militernya di Ukraina.

Dalam rangkaian serangan terbaru, militer Ukraina menyatakan telah menghantam Kilang Minyak Ilsky di wilayah Krasnodar dan kompleks pengolahan minyak Ust-Luga di wilayah Leningrad. Terminal minyak dan depot bahan bakar di wilayah Rostov juga dilaporkan menjadi sasaran. Otoritas Rusia mengonfirmasi kebakaran di Kilang Ilsky setelah serangan drone, meski laporan awal menyebut tidak ada korban jiwa.

Serangan Ukraina tidak hanya menyasar fasilitas di darat. Komandan pasukan drone Ukraina Robert Brovdi menyatakan 10 kapal tanker di Laut Azov diserang pada Jumat (10/7). Menurutnya, hampir 50 kapal pengangkut bahan bakar telah mengalami kerusakan dalam lima hari terakhir. Klaim mengenai skala kerusakan tersebut berasal dari pihak Ukraina.

Tekanan terhadap sektor energi Rusia mulai berdampak pada pasokan domestik. Moskow telah melarang ekspor diesel untuk menjaga ketersediaan bahan bakar di dalam negeri. Berdasarkan sumber industri dan perhitungan Reuters, produksi bensin domestik Rusia turun menjadi sekitar 65 persen dari kapasitas setelah serangkaian serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak.

Dampak serangan juga merembet ke sektor logistik dan perdagangan. Rusia sempat menghentikan pelayaran melalui jalur yang menghubungkan Sungai Don dengan Laut Azov. Gangguan di jalur tersebut berpotensi memengaruhi perdagangan biji-bijian karena kawasan Rostov dan Krasnodar merupakan wilayah penting bagi ekspor gandum Rusia.

Pembentukan komando serangan jarak jauh menandai penguatan strategi Ukraina untuk membawa tekanan perang semakin dalam ke wilayah Rusia. Namun, para analis memperingatkan keberhasilan serangan terhadap infrastruktur energi belum dapat dianggap sebagai titik balik perang. Ukraina sendiri masih menghadapi serangan rudal balistik Rusia dan keterbatasan sistem pertahanan udara.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang berdedikasi, dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif untuk membantu pembaca menemukan ide-ide baru, mendapatkan wawasan bermanfaat, dan terhubung dengan cerita yang bermakna.