
Pelaku usaha penggilingan padi meminta Perum Bulog menghentikan sementara penyerapan gabah petani. Permintaan tersebut muncul setelah stok beras pemerintah dinilai telah mencapai tingkat yang sangat tinggi, sementara aktivitas pembelian gabah oleh Bulog disebut membuat pelaku penggilingan semakin sulit memperoleh bahan baku dan memicu kenaikan harga gabah di tingkat petani.
Perwakilan pengusaha penggilingan menyatakan kebijakan penyerapan gabah secara agresif memang berhasil memperkuat cadangan beras pemerintah. Namun di sisi lain, kondisi tersebut membuat pasokan gabah yang tersedia di pasar semakin terbatas sehingga industri penggilingan kesulitan memperoleh bahan baku untuk memenuhi permintaan konsumen maupun mitra usaha.
Menurut pelaku usaha, tingginya persaingan memperoleh gabah menyebabkan harga bahan baku terus meningkat. Akibatnya, margin usaha penggilingan semakin tertekan karena kenaikan biaya pembelian tidak selalu dapat langsung diteruskan ke harga jual beras di pasar.
Mereka menilai dengan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang sudah berada pada level tinggi, Bulog sebaiknya mulai mengurangi intensitas pembelian gabah dan memberikan ruang bagi pelaku usaha swasta untuk memperoleh pasokan dari petani. Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan rantai pasok sekaligus menstabilkan harga gabah dan beras.
Di sisi lain, Bulog selama ini menjalankan penugasan pemerintah untuk menyerap gabah petani sebagai bagian dari upaya menjaga harga di tingkat produsen sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional. Kebijakan tersebut juga bertujuan memberikan kepastian pasar bagi petani ketika memasuki musim panen raya.
Pemerintah sebelumnya menyatakan penyerapan gabah merupakan strategi menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan cadangan beras nasional berada pada tingkat yang aman. Cadangan tersebut diperlukan untuk mendukung program stabilisasi harga, bantuan pangan, maupun antisipasi apabila terjadi gangguan produksi akibat cuaca ekstrem.
Pengamat menilai pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan petani, Bulog, dan pelaku usaha penggilingan. Penyerapan yang terlalu besar berpotensi mengurangi pasokan di pasar komersial, sementara penghentian pembelian secara mendadak juga dapat memengaruhi harga gabah di tingkat petani.
Karena itu, pelaku industri berharap pemerintah mengevaluasi kebijakan penyerapan sesuai kondisi stok nasional. Dengan pengaturan yang lebih seimbang, stabilitas harga gabah, keberlangsungan usaha penggilingan, serta ketahanan pangan nasional diharapkan dapat tetap terjaga secara bersamaan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang berdedikasi, dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif untuk membantu pembaca menemukan ide-ide baru, mendapatkan wawasan bermanfaat, dan terhubung dengan cerita yang bermakna.




