Tetangga RI Gelontorkan Bonus Bayi demi Atasi Krisis Kelahiran, Khawatir Tua Sebelum Kaya

Tetangga RI Gelontorkan Bonus Bayi demi Atasi Krisis Kelahiran, Khawatir Tua Sebelum Kaya
Ilustrasi. Foto: Tetangga RI Gelontorkan Bonus Bayi demi Atasi Krisis Kelahiran, Khawatir Tua Sebelum Kaya

Pemerintah Vietnam meluncurkan berbagai insentif untuk mendorong masyarakat memiliki anak di tengah penurunan angka kelahiran yang terus berlanjut. Kebijakan tersebut ditempuh karena negara itu menghadapi risiko memasuki fase populasi menua sebelum berhasil mencapai tingkat kemakmuran yang diharapkan atau dikenal sebagai fenomena getting old before getting rich.

Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat fertilitas Vietnam terus menurun hingga berada di bawah tingkat penggantian penduduk. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap berkurangnya jumlah penduduk usia produktif pada masa mendatang. Jika tren ini berlanjut, beban ekonomi akibat meningkatnya populasi lanjut usia diperkirakan akan semakin besar dan dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah Vietnam mulai menerapkan berbagai stimulus bagi keluarga yang memiliki anak. Sejumlah daerah memberikan bantuan tunai, insentif kelahiran, dukungan biaya persalinan, hingga fasilitas tambahan bagi pasangan muda yang memutuskan memiliki anak. Kebijakan itu diharapkan mampu meningkatkan angka kelahiran sekaligus menjaga keseimbangan struktur demografi negara.

Langkah Vietnam sejalan dengan tren yang dilakukan sejumlah negara Asia yang menghadapi masalah serupa. Penurunan angka kelahiran dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tingginya biaya hidup, meningkatnya biaya pendidikan anak, perubahan gaya hidup, hingga keputusan generasi muda untuk menunda pernikahan dan memiliki keturunan. Akibatnya, jumlah penduduk usia kerja berpotensi menyusut lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekonomi.

Para ekonom menilai fenomena “tua sebelum kaya” dapat menjadi tantangan serius bagi negara berkembang. Ketika jumlah penduduk lansia meningkat sementara produktivitas belum mencapai level negara maju, pemerintah akan menghadapi tekanan lebih besar untuk membiayai layanan kesehatan, pensiun, dan perlindungan sosial. Di sisi lain, berkurangnya tenaga kerja produktif juga dapat menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Vietnam selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat di Asia Tenggara. Namun, pemerintah menilai keberhasilan tersebut perlu diimbangi dengan kebijakan kependudukan yang berkelanjutan agar bonus demografi tidak hilang lebih cepat. Karena itu, berbagai program insentif kelahiran dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan tenaga kerja dan mempertahankan daya saing ekonomi nasional.

+ posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah seorang penulis dan kreator konten yang berdedikasi, dengan minat besar pada gaya hidup, budaya, dan tren terkini. Jessie menghadirkan konten yang menarik dan informatif untuk membantu pembaca menemukan ide-ide baru, mendapatkan wawasan bermanfaat, dan terhubung dengan cerita yang bermakna.